Total Plate Count (TPC) Value of Chicken Pentol Snacks Sold in the Kelapa Dua Raya Area, Depok

Authors

  • Diah Ayu Purboningrum Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Universitas Binawan, Jakarta, Indonesia.
  • Wulan Fitriani Safari Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Universitas Binawan, Jakarta, Indonesia.
  • Enny Khotimah Program Studi D-IV Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Universitas Binawan, Jakarta, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.33541/pro-life.v13i2.7501

Keywords:

Total Plate Count, chicken pentol, pentol, snacks, Kelapa Dua Raya

Abstract

Pentol is a street food product made from a mixture of tapioca flour and chicken meat. The public widely favors it due to its palatable taste and relatively affordable price. In Depok City, Kelapa Dua Raya is one of the areas where pentol is commonly sold. However, pentol is at high risk of microbial contamination due to inadequate hygiene during the preparation process and its typical sale in roadside settings. This study aimed to determine the Total Plate Count (TPC) values of Pentol sold in the Kelapa Dua Raya area, Depok. The samples used in this study were pentol obtained from 5 different vendors with duplicate analysis and 8 serial dilutions. Samples were analyzed using the spread plate method on Plate Count Agar (PCA) medium with Buffer Peptone Water (BPW) as the diluent. Colony counts were performed in accordance with the Standar Nasional Indonesia (SNI) 2897:2008, with a countable range of 25–250 colonies per plate. The results showed that the average TPC values were 1.1×10⁷ colonies/g for sample 1, 7.3×10⁶ colonies/g for sample 2, 1.5×10⁵ colonies/g for sample 3, 6.8×10⁷ colonies/g for sample 4, and 7.9×10⁶ colonies/g for sample 5. Four samples, namely samples 1, 2, 4, and 5, exceeded the maximum threshold set by the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) Regulation No. 13 of 2019 at 1×10⁶ colonies/g, while only one sample met the standard

References

Ainutajriani, D., Artanti, D., Juniawan, M. F., Widiyastuti, R., Saputro, T. A., & B. W. (2023). Analisis mikrobiologi pada jajanan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Sutorejo Surabaya. Jurnal Analis Kesehatan, 11(2), 128–140.

Aryanti, E. F., Putera, M. S., & Julia, S. M. (2023). Gambaran angka lempeng total bakteri pada jajanan pentol bakar yang dijual di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Jurnal Malahayati, 10(10), 2948–2954.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2019). Batas maksimal cemaran mikroba dalam pangan olahan.

Haderiah, H., & Sari, N. (2020). Gambaran kualitas bakteriologis angka lempeng total (ALT) pada pentol goreng di sekolah dasar Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 19(2), 168. https://doi.org/10.32382/sulolipu.v19i2.1212

Inriani, N., Rumetor, S. D., Tethool, A. N., Gunung, J., Amban, S., Barat, M., & Barat, P. (2024). Analisis cemaran mikrobiologis pangan asal ternak pada jajanan anak sekolah dasar. Journal of Tropical Animal and Veterinary Science, 14(2), 93–101.

Jamilatun, M. (2022). Analisis cemaran mikroba angka lempeng total (ALT) pada kue jajanan pasar. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(5), 1243–1248.

Khairullah, M. N., Irdiana, S., Ariyono, K. Y., & Darmawan, K. (2022). Strategi pedagang kaki lima dalam meningkatkan pendapatan di masa pasca pandemi Covid-19. Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi, 15(2), 85–96. https://doi.org/10.58431/jumpa.v15i2.201

Mawaddah, L. R. (2022). Analisis cemaran bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp. pada produk pedagang bakso kaki lima di beberapa pasar di Kota Malang [Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim].

Mayaserli, D. P., & Anggraini, D. (2019). Identifikasi bakteri Escherichia coli pada jajanan bakso tusuk di sekolah dasar Kecamatan Gunung Talang tahun 2018. Jurnal Kesehatan, 6, 30–34.

Muna, F. (2020). Bakteri patogen penyebab foodborne diseases. September, 74–79.

Nofrianti, F. F., Novita, A., Jamin, F., Ismail, Farida., & Sari, W. E. (2022). Deteksi cemaran Salmonella sp. pada bakso bakar yang dijual di Kopelma Darussalam Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner (JIMVET), 6(3), 162–168.

Nurfadilah, Rukaya, B. E., & Syuhada. (2025). Uji cemaran mikroba pada jajanan pedagang kaki lima sekolah dasar di Kecamatan Tarakan Tengah menggunakan metode angka lempeng total. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 13(1), 256–263.

Patniawati, C., Milkhatun, Rizal, A. A. F., Astuti, Z., & Asthiningsih, N. W. W. (2023). Efektivitas pendidikan kesehatan pertolongan pertama kecelakaan terhadap pengetahuan tentang keracunan makanan dan gas karbon monoksida (CO) siswa kelas XI. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 2(2), 78–83.

Rivaldi. (2016). Identifikasi bakteri Escherichia coli dan Shigella sp. terhadap jajanan cilok. Jurnal Kesehatan Prima, 1(1).

Rorong, J. A., & Wilar, W. F. (2020). Keracunan makanan oleh mikroba. Techno Science Journal, 2(2), 47–60.

Sa’adah, A., Maherawati, M., Hartanti, L., & Mulyani, S. (2021). Cemaran mikrobia pada jajanan pentol kuah di sekitar Universitas Tanjungpura Pontianak. FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan, 4(2), 72. https://doi.org/10.26418/jft.v4i2.56924

Sandita, E. Z. H., Agustina, E., Wijaya, Z. M., & Widyayanti, A. T. (2025). Identification of Salmonella spp. bacteria in fishery products at the testing laboratory of the Marine and Fishery Products Quality Control and Supervision Agency (BPPMHKP) Surabaya II. Jurnal Pro-Life, 12(3). https://ejournal.uki.ac.id/index.php/prolife/article/view/7288/3593

Septiyasari, E., & Sofyanita, E. N. (2023). Gambaran bakteri Escherichia coli pada jajanan gorengan di sepanjang Jalan Tlogosari Raya Semarang. Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES), 1(1), 22–27. https://doi.org/10.59435/jurdikes.v1i1.98

Sholehah, U. A., & Rukaya, B. E. (2025). Studi mikrobiologi pada jajanan kaki lima di sekolah dasar Kecamatan Tarakan Barat: Implikasi bagi keamanan pangan. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 13(1), 264–271.

Soesetyaningsih, E. (2020). Akurasi perhitungan bakteri pada daging sapi menggunakan metode hitung cawan. E-Journal Unej, 8(3). https://doi.org/10.19184/bst.v8i3.16828

Standar Nasional Indonesia. (2008). Metode pengujian cemaran mikroba dalam daging, telur dan susu, serta hasil olahannya.

Ubaidillah, U., & Ristiani, S. (2022). Analisis cemaran Salmonella spp. pada daging ayam broiler (Gallus gallus domesticus) yang dijual di Pasar Banguntapan. Jurnal Delima Harapan, 9(1), 6–14. https://doi.org/10.31935/delima.v9i1.143

Wibisono, F. J. (2015). Potensi Escherichia coli sebagai foodborne zoonotic disease. VITEK: Bidang Kedokteran Hewan, 5, 7.

Yuliastuti, E. S., Suhartatik, N., Mustofa, A., Lustiyani, D., & Pratiwi, N. (2021). Kajian cemaran mikrobiologis cilok dan saus kacang di Kota Surakarta. AGROINTEK: Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 15(2), 633–638.

Downloads

Published

2026-07-09

How to Cite

Purboningrum, D. A., Safari, W. F., & Khotimah, E. (2026). Total Plate Count (TPC) Value of Chicken Pentol Snacks Sold in the Kelapa Dua Raya Area, Depok. Pro-Life, 13(2), 101–109. https://doi.org/10.33541/pro-life.v13i2.7501

Issue

Section

Articles