Pemaknaan Doom Spending Sebagai Self-Reward Pada Followers Influendcer TikTok @naylajsmn

Penulis

  • Shanette Kawengian Universitas Kristen Indonesia
  • Helen

Kata Kunci:

Doom spending, Self-reward, Influencer TikTok, Generasi Z, Pseudo Happiness.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemaknaan doom spending sebagai bentuk self-reward pada followers influencer TikTok @naylajsmn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif dan metode fenomenologi. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap enam informan Generasi Z yang merupakan followers aktif @naylajsmn, pernah melakukan belanja sebagai self-reward, serta pernah menggunakan fitur cicilan atau Paylater. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-reward dimaknai sebagai bentuk penghargaan, apresiasi, dan perawatan diri setelah melewati tekanan atau pencapaian tertentu. Namun, praktik tersebut dapat bergeser menjadi doom spending ketika pembelian dilakukan secara impulsif, dipengaruhi FOMO, tren media sosial, visual konten influencer, dan kemudahan Paylater. Temuan ini juga menunjukkan adanya pseudo happiness, yaitu kebahagiaan sementara yang dapat berubah menjadi penyesalan, kecemasan, dan tekanan finansial setelah pembelian.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Kawengian, S., & Vida, H. D. (2026). Pemaknaan Doom Spending Sebagai Self-Reward Pada Followers Influendcer TikTok @naylajsmn. DIGICATION, 2(1), 89–102. Diambil dari https://ejournal.uki.ac.id/index.php/digication/article/view/8180

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama