Penyuluhan Pencegahan Stunting dan Pengukuran Antropometri di Posyandu Cempaka RW “A” Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Depok-Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.33541/cs.v5i2.4936Abstrak
Malnutrisi masih menjadi permasalahan utama pada bayi dan anak secara global. Data World Health Organization (WHO) tahun 2020 menunjukkan prevalensi stunting secara global termasuk kategori tinggi karena berada antara 20% - 30%. Indonesia merupakan negara keenam di wilayah South-East Asia dengan 36,4% kasus stunting. Stunting terjadi karena kurang gizi pada anak yang kronis setelah lahir. Kekurangan gizi dapat terjadi akibat anak setelah lahir mendapatkan makanan atau air susu ibu (ASI) yang tidak mencukupi untuk pertumbuhan. Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai cara untuk mencegah angka kejadian stunting di masyarakat, salah satu upaya yang dilakukan melalui penyuluhan untuk mencegah stunting dengan menggunakan bahan herbal dalam meningkatkan ASI dan memantau status gizi balita melalui pengukuran antropometri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan meliputi penyuluhan pencegahan stunting dan pengukuran antropometri di Posyandu Cempaka RW “A” Kelurahan Kemirimuka Kecamatan Beji Kota Depok-JABAR. Berdasarkan hasil pengukuran antropometri yaitu berat badan dan tinggi badan diketahui bahwa sebagian besar responden yang datang pada kegiatan PkM bergizi normal dan bergizi lebih, namun terdapat responden yang mengalami stunting.





