UTILIZATION OF CORN COB ASH AGRICULTURAL WASTE TO IMPROVE THE PERFORMANCE OF SELF-COMPECTING CONCRETE (SCC) ON COMPRESSIVE STRENGTH AND FLOWABILITY IN MUARA TAMI DISTRICT, JAYAPURA CITY
DOI:
https://doi.org/10.33541/cen.v6i2.7404Kata Kunci:
Self-compacting concrete (SCC), Corncob Ash, Slum Flow, Flowability, Compressive StrengthAbstrak
Pemanfaatan limbah pertanian abu bonggol jagung sebagai bahan tambahan (admixture) atau pengganti sebagian semen dalam campuran beton self-compecting concrete (SCC). Bonggol jagung yang dibakar menghasilkan abu dengan kandungan silika yang berpotensi sebagai bahan pozzolan. Limbah ini banyak dihasilkan oleh petani di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh abu bonggol jagung terhadap dua aspek utama beton SCC, yaitu kuat tekan dan flowability. Metodologi yang digunakan meliputi pembuatan campuran beton dengan variasi kadar abu bonggol jagung 0%, 5%, 10%, 15%, 20% sebagai substitusi sebagian semen, diikuti dengan uji laboratorium terhadap sifat mekanik dan workabilitas beton. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa campuran beton SCC dengan penambahan abu batang jagung (ABJ) hingga 15% masih tergolong dalam kategori beton SCC normal berdasarkan uji slump flow, sedangkan campuran ABJ 20% menunjukkan sifat agak kaku dan kurang ideal untuk digunakan sebagai beton SCC. Uji flowability T500 menunjukkan bahwa semua campuran, dari ABJ 0% hingga ABJ 20%, memiliki waktu sebar yang masih dalam rentang normal, yaitu antara 2,5 hingga 4,9 detik, sehingga memenuhi kriteria flowability beton SCC. Dari segi kuat tekan, campuran ABJ 5% memberikan hasil terbaik, yaitu sebesar 36,6 MPa pada umur 7 hari dan 48,9 MPa pada umur 28 hari, menjadikannya campuran yang paling direkomendasikan untuk digunakan pada struktur beton SCC. Sebaliknya, campuran ABJ 20% menunjukkan penurunan kuat tekan yang signifikan, sehingga kurang sesuai untuk aplikasi struktural.
Referensi
Abood Habeeb, G. and bin Mahmud, H. (2010) “Study on Properties of Rice Husk Ash and Its Use as Cement Replacement Material,” Materials Research, 13(2), pp. 185–190.
Bakri (2009) “Komponen Kimia Dan Fisik Abu Sekam Padi Sebagai SCM Untuk Pembuatan Komposit Semen,”Perennial, 5(1), p.9. doi: 10.24259/perennial.v5i1.184.
Dewan Standar Nasional, SNI 03-0691-1996, “Bata beton (paving block)”,1996.
Djamaluddin, A.R. et al. (2020) “Evaluation of sustainable concrete paving blocks incorporating processed waste tea ash,” Case Studies in Construction Materials, (Desember), pp. 7 – 11.
European Federation of National Associations Respresenting for Concrete (EFNARC), The European Guildelines for Self-CoMPacting Concrete “Specification, Production, and Use”, 2002.
European Federation of National Associations Respresenting for Concrete (EFNARC), The European Guildelines for Self-CoMPacting Concrete “Specification, Production, and Use”, 2002.
Guan, Y. et al. (2018) “Flexural properties of ECC-concrete composite beam,” Advances in Civil Engineering, 2018(March). doi: 10.1155/2018/3138759.
H Ndruru et al 2021 IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 878 012052DOI 10.1088/1755-1315/878/1/012052
Hutabarat, L. E., Simanjuntak, P., & Tampubolon, S. P. (2019). Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kerusakan bangunan dan lingkungan pasca gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu Sulawesi Tengah. Jurnal Comunita Servizio, 1(2), 208-222.
Laia, Y., Hutabarat, L. E., & Tampubolon, S. P. (2023). Compressive strength characteristic of fly ash light concrete mixture using artificial light weight aggregate (ALWA). TOWARD ADAPTIVE RESEARCH AND TECHNOLOGY DEVELOPMENT FOR FUTURE LIFE, 2689(1), 040006.
R A Siregar et al 2021 IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 878 012047DOI 10.1088/1755-1315/878/1/012047
Simanjuntak, I. V., & Tampubolon, S. P. (2022). Pengaruh variasi agregat kasar penyusun beton porous terhadap kuat tekan dan porositas beton. Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, 3(1), 1-10.
Simanjuntak, I. V., Tampubolon, S. P., & Simanjuntak, P. (2025). Optimalisasi Konduktivitas Termal Beton Berpori Melalui Inovasi Material Berbasis Abu Sekam Padi Dan Serat Kelapa Sebagai Bahan Tambah Ramah Lingkungan. Emitor: Jurnal Rekayasa Teknik Sipil Dan Lingkungan, 6(1), 47-57.
Tampubolon, S. P. (2022). Struktur Beton I.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Harsan Ingot Hasudungan Harsan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta atas Tulisan Karya Ilmiah
Bersama dengan ini saya sebagai penulis utama menyatakan bahwa paper yang saya kirimkan untuk dipublikasikan melalu Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan adalah benar merupakan hasil orisinil Tulisan Karya Ilmiah yang merupakan hasil penelitian/kajian yang saya lakukan dan belum pernah dipublikasikan pada penerbit Jurnal ilmiah lain di Indonesia.
Jika di kemudian hari ternyata ditemukan bukti adanya hal-hal yang tidak sesuai dari pernyataan diatas maka saya bersedia menerima konsekuensi yang diberikan oleh Dewan Redaksi Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan serta paper yang telah diterbitkan akan DIBATALKAN dan dinyatakan sebagai hasil karya PLAGIASI.






