THE EFFECT OF SEAWATER SOAKING ON THE STABILITY CHARACTERISTICS OF ASPHALT CONCRETE MIXTURES IN THE COASTAL REGION OF PAPUA
PENGARUH RENDAMAN AIR LAUT TERHADAP KARAKTERISTIK STABILITAS CAMPURAN BETON ASPAL DI WILAYAH PESISIR PAPUA
Kata Kunci:
Ashpalt Concrete, Durability, Retained Strength Index, Seawater Immersion, Marshall TestAbstrak
Penelitian ini menganalisis pengaruh rendaman air laut terhadap kinerja campuran beton aspal dengan menggunakan parameter “Indeks Kekuatan Sisa” (IKS), sebagai parameter utama. Latar belakang studi ini didasari oleh realitas kondisi jalan di wilayah pesisir yang sering terendam air laut, dimana air laut yang mengandung kadar garam tersebut merupakan suatu faktor yang berpotensi signifikan menurunkan daya tahan dan durabilitas lapisan perkerasan jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik campuran beton aspal setelah terdistraksi rendaman air laut dengan variasi durasi waktu, serta membandingkannya dengan dampak rendaman air tawar untuk melihat perbedaan hasilnya. Metodologi penelitian ini melibatkan Uji Marshall pada sampel campuran yang dibuat dengan kadar aspal optimum. Variasi waktu rendaman yang diterapkan mencakup 0, 6, 12, 24, dan 48 jam, baik dalam media air laut maupun air tawar. Parameter yang dianalisis secara komprehensif mencakup Stabilitas, Flow, Density, Marshall Quotient (MQ), dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Hasil dari pengujian tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa semakin lama durasi perendaman, nilai stabilitas, flow, dan MQ cenderung mengalami penurunan. Secara spesifik, rendaman air laut memberikan efek penurunan yang lebih besar dibandingkan air tawar. Penurunan kinerja ini diakibatkan oleh kandungan garam (NaCl) dalam air laut yang secara bertahap mengikis ikatan adhesi antara aspal dan agregat, sehingga mengurangi kohesi keseluruhan campuran. Meskipun nilai IKS menunjukkan penurunan seiring bertambahnya waktu rendaman, tetapi berdasarkan hasil yang didapat bahwa pada rendaman 48 jam, campuran masih memenuhi batas minimum spesifikasi Bina Marga 2018, yaitu 90%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa air laut secara signifikan memengaruhi penurunan kekuatan campuran aspal. Oleh karena itu, diperlukan solusi rekayasa seperti modifikasi campuran atau penggunaan material alternatif untuk meningkatkan ketahanan lapisan perkerasan jalan di area pesisir terhadap dampak rendaman air laut.
Referensi
AASHTO., 1998. Standard Spesifications for Transportation Materials and Methods of Sampling and Testing. Washington D.C
Arman Rahim., M Wihardi., A Bakri Muhiddin., 2012. Pengaruh Air Laut Terhadap Karakteristik Perkerasan Aspal Porus Yang Menggunakan Asbuton Sebagai Bahan Pengikat, Jurusan Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Asphalt Institute., 1983. Mix Design Methodes for Asphalt and Other Hot-Mix Types, Manual Series no.22, second edition, Kentucky
George, Stefen Muaya., O, Kaseke., Mecky.R.E.Manoppo., 2015. Pengaruh Terendamnya Perkerasan Aspal Oleh Air Laut Yang Ditinjau Terhadap Karakteristik Marshall
Kementrian Pekerjaan Umum Badan Penelitian dan Pengembangan. Modul Pengujian Aspal, Agregat dan Campuran Beraspal Panas.
Mentri Pekerjaan Umum Nomor:28/PRT/M/2007. Pedoman Pelaksanaan Lapis Campuran Beraspal Panas.
Modul Praktikum Praktikum Teknik Pekerasan Jalan, 2024. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta
SK SNI S-04-1989-F. Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A.
SNI 1970: 2016. Metode Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus.
SNI 1969-2008. Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar.
SNI 2417:2008. Cara Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Los Angeles.
SNI 2489:2018, Metode uji stabilitas dan pelelehan campuran beraspal panas dengan menggunakan alat Marshall.
Tubagus Hutriadi., 2019. Analisis Pengaruh Rendaman Air Laut dan Air Tawar Pada Campuran Aspal (AC-WC) Dengan Uji Marshal Test.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dinda Sekar Selni Prawardani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta atas Tulisan Karya Ilmiah
Bersama dengan ini saya sebagai penulis utama menyatakan bahwa paper yang saya kirimkan untuk dipublikasikan melalu Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan adalah benar merupakan hasil orisinil Tulisan Karya Ilmiah yang merupakan hasil penelitian/kajian yang saya lakukan dan belum pernah dipublikasikan pada penerbit Jurnal ilmiah lain di Indonesia.
Jika di kemudian hari ternyata ditemukan bukti adanya hal-hal yang tidak sesuai dari pernyataan diatas maka saya bersedia menerima konsekuensi yang diberikan oleh Dewan Redaksi Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan serta paper yang telah diterbitkan akan DIBATALKAN dan dinyatakan sebagai hasil karya PLAGIASI.






