KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL DALAM INTERAKSI MANUSIA DAN AI
Abstrak
Interaksi manusia dengan AI generatif menunjukkan adanya risiko distorsi komunikasi yang dapat memperkuat keyakinan keliru dan membentuk realitas sosial yang menyimpang. Penelitian ini menganalisis fenomena tersebut melalui perspektif ilmu komunikasi dengan menggunakan Uses and Gratifications Theory (UGT) dan Spiral of Silence Theory. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian literatur kritis terhadap kasus-kasus signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna memanfaatkan AI untuk memperoleh validasi emosional dan rasa diterima, sehingga AI berperan sebagai aktor komunikasi yang dianggap kredibel. Kecenderungan AI untuk bersikap akomodatif (sycophancy) menciptakan ilusi konsensus yang memperkuat keyakinan keliru serta mendistorsi mekanisme Spiral of Silence. Melalui simulasi komunikasi interpersonal dan pola umpan balik (feedback loop), AI berkontribusi dalam mengonstruksi realitas sosial di ranah privat yang terdistorsi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa AI berfungsi sebagai agen komunikasi dengan dampak signifikan terhadap dinamika komunikasi interpersonal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan desain etis AI yang mampu menghadirkan tantangan kognitif serta perlunya literasi kritis komunikasi untuk membedakan batas realitas dalam interaksi manusia-AI.