PENDIDIKAN KRISTEN UNTUK ANAK JALANAN

RUMAH SINGGAH BERBASIS COMMUNITY DEVELOPMENT

  • Albet Saragih Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara
  • Johanes Waldes Hasugian Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Abstract

Pendidikan Kristen dapat dilakukan melalui rumah singgah sebagai upaya memberdayakan atau mengembangkan masyarakat, dalam hal ini anak jalanan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa gereja dan komunitas orang percaya memiliki tugas dan panggilan untuk menjangkau anak jalanan dan menawarkan alternatif pelayanan pendidikan Kristen berbasis pengembangan komunitas anak jalanan. Dengan menggunakan metode pengamatan dan studi literatur yang relevan dengan topik yang dikaji penulis berupaya menemukan pendekatan ataupun model yang relevan dalam pengembangan komunitas anak jalanan. Penelitian ini menemukan bahwa dengan rumah singgah, dengan segala keterbatasan yang ada secara praktis berbeda dengan pendekatan pelayanan gereja ataupun sekolah. Namun demikian, gereja didesak agar tidak mengabaikan dan sebaliknya mulai mengaktualiasasikan dirinya dalam program pelayanan komunitas anak jalanan. Rumah singgah selain sebagai tempat pemondokan atau istirahat, membersihkan dirinya, tempat pelatihan yang berkaitan dengan skill of life, hal yang menarik bahwa rumah singgah dijadikan menjadi tempat untuk mendapat pendidikan nilai kristiani, yang di dalamnya ada aktivitas berdoa, bernyanyi rohani, belajar Alkitab bersama, dan konseling pastoral secara terprogram, serta sebagai wadah untuk melatih diri dalam menerapkan nilai-nilai Firman Tuhan, iman, kasih, pengharapan, kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas bagi sesama.

References

Arthanto, Hans Geni. “Hans Geni Arthanto, Kemiskinan dan Peran Gereja.” 24 September 2018. https://pesat.org/article/kemiskinan-dan-peran-gereja/.

Astri, Herlina. “Kehidupan Anak Jalanan Di Indonesia: Faktor Penyebab, Tatanan Hidup dan Kerentanan Berperilaku Menyimpang.” Aspirasi Vol.5, No.2 (2014): 145–155. https://jurnal.dpr.go.id/index.php/aspirasi/article/view/454.

Fauzi, Ahmad. “Usaha Transformasi Anak Jalanan Keluar Dari Posisi Anak Jalanan: Studi Perilaku Sosial Anak Jalanan di Provinsi Banten.” E-PLUS: Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Vol.1, No.1 (2016): 19–31. http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/E-Plus/article/view/1179.

Groome, Thomas. Christian Religious Education. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.

Nasofa, Aniyatul, Muhadjir Effendi, dan Nurhadi Nurhadi. “Strategi Pendampingan Anak Jalanan (Studi Kasus di Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur).” Jurnal Pendidikan Non Formal Vol.11, No. 1–7 (2016). http://journal2.um.ac.id/index.php/JPN/article/view/2949.

Purwoko, Tjutjup. “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keberadaan Anak Jalanan di Kota Balikpapan.” eJournalSosiologi Vol.1, No.4 (2013): 13–25. ejournal.sosiologi.or.id.

Putra, Fikriryandi, Dessy Hasanah, dan Eva Nuriyah. “Pemberdayaan Anak Jalanan Di Rumah Singgah.” Share Social Work Journal Vol.5, No.1 (2015): 51–64. http://jurnal.unpad.ac.id/share/article/view/13118.

Robert W., Pazmino. Fondasi Pendidikan Kristen: Sebuah Pengantar dalam Perspektif Injili. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.

Sanei,dkk, Susy Y.R. Evaluasi Dampak Program Dukungan Anak Jalanan. Jakarta: PKPM, 2006.

Saragih, Albet, dan Johanes Waldes Hasugian. “Model Asuhan Keluarga Kristen di Masa Pandemi Covid-19.” Teruna Bhakti Vol.3, No.1 (2020): 1–11. http://stakterunabhakti.ac.id/e-journal/index.php/teruna/article/view/56.

Sianipar, Desi. “Peran Pendidikan Agama Kristen di Gereja dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga.” Jurnal Shanan Vol.4, No.1 (2020): 73–91. http://ejournal.uki.ac.id/index.php/shan/article/view/1769/1355.

Simamora, May Rauli, dan Johanes Waldes Hasugian. “Penanaman Nilai-Nilai Kristiani Bagi Ketahanan Keluarga di Era Disrupsi.” Regula Fidei Vol.5, No.1 (2020): 13–24.

Sinurat, Maria Serenade. “Pendekar Pendidikan Anak Jalanan,” 2010. https://amp.kompas.com/edukasi/read/2010/06/09/09591229/Pendekar.Pendidikan.Anak. Jalanan.

Siswanto, Siswanto, dan Ageng Widodo. “Pembinaan Anak Jalanan Melalui Pola Asuh di Rumah Singgah dan Belajar (RSB) Diponegoro Sleman Yogyakarta.” HISBAH: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol.16, No.1 (2019): 59–72. http://ejournal.uin-suka.ac.id/dakwah/hisbah/article/view/1351.

Sosial, Departemen. Pedoman Penyelenggaraan Pembinaan Anak Jalanan Melalui Rumah Singgah. Jakarta: Departemen Sosial RI, 1999.

Supartini, Tri. “Sudah Ramah Anakkah Gereja?: Implementasi Konvensi Hak Anak untuk Mewujudkan Gereja Ramah Anak.” Jurnal Jaffray Vol.15, No.1 (2017): 1–30. https://ojs.sttjaffray.ac.id/index.php/JJV71/article/view/233.

Suyanto, Bagong. Masalah Sosial Anak. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.

Tjandraningsih, dkk, Indrasari. Dehumanisasi Anak Marjinal: Berbagai Pengalaman Pemberdayaan. Edited by Surya Mulandar. Bandung: Yayasan Akatiga, 1996.

Wenas, Maria Lidya, dan I Putu Ayub Darmawan. “Signifikansi Pendidikan Anak dalam Perspektif Alkitab.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol.1, No.2 (2017): 118–128. https://journal.sttsimpson.ac.id/index.php/EJTI/article/view/69.

Wijayatsih, Hendri. “Pendampingan dan Konseling Pastoral.” Gema Teologi Vol.35, No.1/2 (2012): 1–17. https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gema/article/view/122.

Yuniarti, Ninik. “Eksploitasi Anak Jalanan Sebagai Pengamen dan Pengemis di Terminal Tidar Oleh Keluarga.” Komunitas Vol.4, No.2 (2012): 210–217. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas.

Undang-Undang RI tentang Perlindungan Anak. Indonesia, 2002. https://www.kpai.go.id/hukum/undang-undang-uu-ri-no-23-tahun-2002-tentang-perlindungan-anak.

Published
2020-10-29
How to Cite
Saragih, Albet, and Johanes Waldes Hasugian. “PENDIDIKAN KRISTEN UNTUK ANAK JALANAN: RUMAH SINGGAH BERBASIS COMMUNITY DEVELOPMENT”. Jurnal Shanan 4, no. 2 (October 29, 2020): 194-207. Accessed February 27, 2021. http://ejournal.uki.ac.id/index.php/shan/article/view/2055.
Section
Articles