Majalah Kedokteran UKI http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk <p>Majalah FK UKI bertujuan sebagai wadah publikasi hasil penelitian staff pengajar fakultas kedokteran internal dan eksternal UKI, sebagai <em>sharing knowledge </em>para dosen fakultas kedokteran serta menunjang pengembangan ilmu kedokteran/kesehatan.</p> <p>&nbsp;</p> <div style="border: 2px #215640 solid; padding: 10px; background-color: #dae3e1; text-align: left;"> <ol> <li class="show">Journal Title : Majalah Kedokteran UKI</li> <li class="show">Initials : MK-UKI</li> <li class="show">Frequency : 3 edition/ years (from 2020)</li> <li class="show">Online ISSN : 2798 - 0677</li> <li class="show">Print ISSN : 0216 - 4752</li> <li class="show">Editor in Chief : Prof. Dr. dr. Retno Wahyuningsih, MS., SpParK.</li> <li class="show">DOI : -</li> <li class="show">Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia</li> </ol> </div> en-US majalahfk@uki.ac.id (Prof. Dr. dr. Retno Wahyuningsih, MS, Sp. ParK (K)) majalahfk@uki.ac.id (Tarmini) Mon, 27 Sep 2021 13:26:40 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Gambaran Kepatuhan Mahasiswa Pre Klinik FK UKI dalam Menjalankan Protokol Kesehatan New Normal Pandemi Covid-19 http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/3183 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan berpengaruh menekan penularan Covid-19. Perilaku <em>physical distancing </em>mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta hanya 55,9%.<sup>1 </sup>Perilaku <em>hand wash</em> mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang 52,6%.<sup>2</sup> Untuk mengetahui kepatuhan mahasiswa dalam melakukan tes kesehatan mandiri, pemeriksaan suhu, penggunaan masker, <em>faceshield</em>, <em>hand hygiene</em>, menjaga jarak, waktu berada di kampus, konsumsi vitamin C, dan membersihkan diri setelah pulang. Desain penelitian adalah deskriptif. Pengambilan data menggunakan kuesioner, pengambilan sampel dengan teknik <em>cluster random sampling</em><em>, </em>jumlah sampel 269 mahasiswa. Kepatuhan mahasiswa dalam menjalankan tes kesehatan mandiri 56,3%; pemeriksaan suhu 94%; penggunaan masker 98,9%; <em>faceshield </em>46,1%; <em>hand hygiene </em>80,7%; <em>physical distancing </em>52,4%; berada di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia dalam waktu singkat 95,1%; konsumsi vitamin C 28,6%; membersihkan diri 73,6%. Sebanyak 93,5% mahasiswa tidak patuh dalam menjalankan protokol kesehatan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kepatuhan, Mahasiswa FK UKI, Protokol Kesehatan, Covid-19</p> Bona Simanungkalit Copyright (c) 2021 Bona Simanungkalit http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/3183 Mon, 27 Sep 2021 13:22:16 +0000 Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian Stunting di RS Marthen Indey Jayapura Tahun 2018-2019 http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/3365 <p>Abstrak<br>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara anemia yang terjadi pada ibu hamil dengan tingkat <br>kejadian stunting di Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura dengan Insuline-like Growth Factors (IGF) sebagai salah <br>satu faktor penyebab. Menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain studi retrospective dan didapatkan <br>30 sampel dari total 80 populasi ibu hamil yang mengalami anemia. Didapatkan 15 (50%) sampel yang memiliki <br>panjang badan bayi 36 – 40 cm, 13 (43,3%) sampel yang memiliki panjang badan bayi 41 – 45 cm dan 2 (6,7%) <br>sampel yang memiliki panjang badan bayi &gt; 45 cm dengan nilai p=0,004 (p&lt;0,05) dari hasil uji statistik chi square. <br>Ditemukan hubungan antara anemia pada ibu hamil terhadap tingkat kejadian stunting di Rumah Sakit Marthen <br>Indey Jayapura. <br>Kata Kunci: Anemia pada Ibu Hamil, Insuline-like Growth Factors, Stunting<br>The Relationship of Anemia in Pregnant Women to Stunting at Marthen Indey Hospital, <br>Jayapura, 2018-2019<br>Abstract<br>This study was conducted to determine wheter there is a relationship between anemia that occurs in pregnant <br>women and the incidence of stunting at Marthen Indey Hospital, Jayapura with Insuline-like Growth Factors (IGF) <br>as a contributing factor. The study was conducted using a descriptive analytical method with a retrospective study <br>design and obtained 30 samples from a total of 80 population of pregnant women with anemia. The result showed <br>that 15 (50%) sample had a baby body length 36 – 40 cm, 13 (43,3%) sample had a baby length 41 – 45 cm and <br>2 (6,7%) samplea had a baby body length &gt; 45 cm with p value = 0,004 (p&lt;0,05) from the result of the chi square <br>statistical test. From the analysis, it was found that there was a relationship between anemia in pregnant women and <br>the incidence of stunting at Marhen Indey Hospital, Jayapura.<br>Keywords: Anemia in Pregnant Women, Insuline-like Growth Factors, Stunting</p> Gevo T. J. Salakory, Ida B. E. U. Wija Copyright (c) 2021 Gevo T. J. Salakory, Ida B. E. U. Wija http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/3365 Mon, 27 Sep 2021 13:22:55 +0000 Efek Sinergis Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Ampisilin terhadap Escherichia coli secara in vitro http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/2936 <p><em>Escherichia coli (E.coli) </em>pada kondisi tertentu dapat diobati dengan ampisilin. Namun ampisilin saat ini mulai ditinggalkan karena tingginya kasus <em>E.coli</em> yang resisten ampisilin. Salah satu cara untuk mengatasi masalah resistensi ini adalah dengan mengkombinasi ekstrak rimpang kunyit (ERK) dan ampisilin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antimikroba dan efek sinergis kombinasi ERK (<em>Curcuma domestica Val.</em>) dan ampisilin terhadap <em>E.coli</em> secara in vitro. Penelitian ini menggunakan desain uji esksperimental laboratorik sungguhan secara in vitro dengan metode <em>agar diffusion</em>. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dinalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ERK (<em>Curcuma domestica Val.</em>) konsentrasi 165, 330, 660 µg/ml tidak didapatkan zona inhibisi terhadap <em>E.coli</em>. Persentasi peningkatan zona inhibisi pada MHA-ERK-ampisilin 165, 330, 660 µg/ml : <em>24,11%; 38,79% ; 47,39%</em> lebih besar dibanding ampisilin tunggal. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak rimpang kunyit (<em>Curcuma domestica Val.</em>) 165 µg/ml, 330 µg/ml, dan 660 µg/ml tidak memiliki efek antimikroba terhadap <em>Escherichia coli</em> secara in vitro sedangkan kombinasi ekstrak rimpang kunyit (<em>Curcuma domestica Val.</em>) dan ampisilin memiliki efek sinergis terhadap <em>Escherichia coli</em> secara in vitro.</p> Kusmana Pratama Putra, Djaya Rusmana, Mariska Elisabeth Copyright (c) 2021 Kusmana Pratama Putra http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/2936 Mon, 27 Sep 2021 13:23:38 +0000 Laporan Kasus: Pria 60 tahun dengan Eritroderma et causa Dermatitis Seboroik http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/3366 <p>Abstrak<br>Eritroderma merupakan peradangan kulit mengenai 90% atau lebih permukaan kulit biasanya disertai skuama. <br>Pasien laki-laki berusia 60 tahun datang ke RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo dengan keluhan muncul bercak <br>merah disertai rasa gatal dan kulit mengelupas di seluruh tubuh sejak 1 hari yang lalu. Gatal lebih dirasakan saat <br>berkeringat. Dijumpai sisik berwarna putih teraba kasar di bagian wajah dan sisik kekuningan di bagian kepala. <br>Diketahui ada riwayat alergi pemakaian antibiotik dan analgesik pasca operasi. Pasien juga memiliki riwayat rawat <br>inap berulang lebih dari 5 kali dengan keluhan yang sama, dilakukan biopsi kulit terhadap pasien. Tujuan biopsi <br>untuk mengetahui penyebab eritroderma, mencegah kekambuhan dan memberikan tatalaksana yang tepat bagi <br>pasien. Hasil biopsi kulit ditemukan sel parakeratosis dan sel spongiosis, namun tidak ditemukan sel-sel ganas.<br>Kata Kunci: Eritroderma, Alergi Obat, Biopsi Kulit<br>Case Report: A 60 years old man with Erythroderma ec. Seborrhoic Dermatitis<br>Abstract<br>Erythroderma is a skin inflammation that affects 90% or more on the surface of the skin, usually accompanied by <br>scaly. A 60-years-old male patient came to Wahidin Sudiro Husodo General Hospital with complaints red patches <br>itchy and flaking skin all over the body since 1 day ago. Itching is more felt when sweating. Found rough scaly <br>patches of erythema all over the faces and yellow scale around head’s patient. There is a history of allergies to <br>antibiotics and postoperative anesthetics. Patient also has a repeated hospitalization for more than 5 times with the <br>same complaint. Biopsies have been performed with the aim of determining the cause of erythroderma, preventing <br>recurrence and proper treatment. Examination of skin biopsy results found parakeratosis cells and spongiosis cells, <br>but no malignant cells were found.<br>Keyword: Erythroderma, Drug Eruption, Skin Biopsy</p> Dyah R. Anggarini, Sarah D. Pasaribu Copyright (c) 2021 Dyah R. Anggarini, Sarah D. Pasaribu http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/3366 Mon, 27 Sep 2021 13:24:18 +0000 46, XY DSD (Disorder of Sex Development) : Diagnosis dan Tatalaksananya. http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/2424 <p><em>Disorder of Sex Development (DSD) is a congenital disorder that occurs in the development of chromosomes, gonads, and internal or external genital organ. DSD of 46 XY is a condition where the children with XY genotype is not able to have complete virilization of external genital. Determination phase is an initial phase of reproductive system development. Disruption of this phase may potentially lead to DSD.&nbsp; Optimal care for children with Disorder of Sex Development requires a multidisciplinary team starting since neonatal period. Family and pregnancy history, complete physical examination and assessment of genital organ are the first step of ensuring the diagnose. Management of children with DSD are focusing on gender determination, hormone support therapy and surgical management. On the other hand, Children with XY genotype should be raised as a boy however if there is no responsive evidence in administration of androgen the children should be raised as a girl. Subsequent to prescribe the gender of the children, surgical management is a required treatment for removing unnecessary genital afterward.</em></p> <p>Keywords:<em> Disorders of Sex Development, DSD, 46 XY DSD</em></p> Mildi Felicia, Beto Suhartono Copyright (c) 2021 Beto Suhartono http://ejournal.uki.ac.id/index.php/mk/article/view/2424 Mon, 27 Sep 2021 13:24:52 +0000