PHILOSOPHICAL LINGUISTIC RELATIVITY: SEBUAH KAJIAN TENTANG POKOK PIKIRAN FILSAFAT RELATIVISME BAHASA

  • Luh Angelianawati Universitas Kristen Indonesia

Abstract

ABSTRAK
Relativisme adalah kebalikan dari rasionalisme. Dalam kasus ini, teori relativitas bahasa merupakan bagian dari filsafat relativisme. Filsafat ini memandang bahwa bahasa bukanlah sebuah entitas yang statis atau mutlak. Bahasa diyakini dapat mempengaruhi pikiran. Budaya, melalui bahasa, mempengaruhi cara berfikir individu dan bagaimana mereka melihat dunia atau realitas. Konsep dasar dari filsafat ini adalah bahwa bahasa mempengaruhi pikiran, Bahasa bersifat istimewa atau unik, dan bahwa bahasa dan budaya bersifat relatif. Masing-masing konsep memiliki kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Relativisme berimbas pada berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya pendidikan. Hal tersebut membawa implikasi pada pendidikan secara umum, dan pembelajaran bahasa, moralitas, pragmatisme dan kurikulum secara khusus, jika dilihat dari sudut pandang pendidikan.
Kata Kunci: Relativisme, bahasa, filsafat, relativitas bahasa

 

ABSTRACT
Relativism is an antithesis of rationalism. In this case, linguistic relativity belongs to relativism. It views that language is not a static entity. Language is believed influencing thought. Culture, through language, influence the individuals’ ways of thinking and how they view the world or realities. The basic concepts of this philosophy are that language dictates thought, language is idiosyncratic or unique, and that language and culture are relative. Each concept has its strengths, weakness, opportunities and threats. Relativism imposes on the various aspects of human life, particularly education. It brings implications on education in general, and on language learning, morality, pragmatism, and curriculum specifically, when it is seen from education point of view.
Keywords: Relativism, language, philosophy, linguistic relativity

Published
2018-02-15
Section
Articles