Strategi Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Perempuan dalam Proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Desa di Desa Sagulubbek, Kabupaten Mentawai 2019
DOI:
https://doi.org/10.33541/ji.v4i1.4310Kata Kunci:
Strategi Pemerintahan Desa, Partisipasi Perempuan dalam PembangunanAbstrak
Penelitian ini akan menjelaskan mengenai partisipasi perempuan dalam sautu musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang) infrastruktur desa di Desa Sagulubbek Kecamatan Siberut Barat Daya Kabupaten Kepulauan Mentawai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam secara virtual dan studi kepustakaan.Partisipasi perempuan merupakan keterlibatan dalam suatu kegiatan politik, organisasi, ataupun mengenai musrembang yang di mana melibatkan masyarakat khususnya perempuan, dimana perlu harus ada peningkatan keterlibatan dalam musrembang infrastruktur desa. Hasil dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa perempuan kurang berpartisipasi dalam kegiatan perencanaan pembangunan, karena kurangnya pengetahuan, pengalaman maupun pemahaman dalam suatu musyawarah tersebut sehingga perempuan tidak ikut. Selain itu, pendidikan yang minim seperti pendidikan non formal dari pemerintah desa, maupun sosialisasi mengenai musrembang infrasturktur itu sendiri. Selain itu juga, dalam mengikuti musrembang infrasturktur, perempuan kurang memberikan anspirasinya maupun penapatnya dalam proses musrembang infrsaturktur tersebut. Dalam hal ini, adanyan strategi pemerintah desa, seperti memberikan wewenang kepada setiap kepala dusun untuk menyampikan informasi maupun sosialisasi mengenai musrembang infrasturktur desa yang sudah dilaksanakan dalam musrembang infrsaturktur desa Sagulubbek. Selain itu, BPD membentuk organisasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Khusus untuk perempuan dalam mengikuti kegiatan baca tulis yang buta huruf, selain dari kegiatan tersebut, perempuan juga mengikuti kegiatan menanam sayur-sayuran maupun kegiatan mengola dan mengjasilkan minyak kelapa untuk dijual.
Referensi
Bungin, M. Burhan. (2010). Penelitian Kualitatif Komunikas, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Predana Media Group.
Conyers, Diana. (1991). Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga Suatu Pengantar. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Creswel, John. (1998). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Tradition. London: SAGE Publications.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Dhakidee, Daniel. (1994). Peta Politik Pemilihan Umum. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.
Enginer, Asgar Ali. (1994). Hak-Hak Perempuan dalam Islam terj. Farid Wajidi dan Cici Farkha Assegaf. Yogyakarta: Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak.
Irene, Siti dan Astuti Dwinigrum. (2011). Desentralisasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Khaidir, Ernawati. (2014). Pendidikan Islam dan Peningkatan Sumber Daya Perempuan. Pekanbaru: LPPM UIN Suska Riau.
Mohammad, Nasir. (1988). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia.
Mulyasa. (2004). Mejadi Kepala Sekolah Proesional, dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Ndraha, Taliziduhu. (1985). Pembangunan Desa dan Administrasi Pemerintah Desa. Jakarta: Yayasan Karya Dharma.
Nurcholis, Hanif. (2011). Pertumbuhan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Penerbit Erlangga.
Parawansa, Khofifah Indah. (2006). Mengukur Paradigma Menembus Tradisi. Jakarta: LP3ES.
Poerwadarminto, W.J.S. (1984). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka.
Pristiyanto, Djuni. (2015). Panduan Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menegah Desa. Jakarta: Yayasan Penabulu.
Rachmat. (2014). Manajemen Strategi. Bandung: CV Pustaka Setia.
Rahardjo, Adisasmita. (2006). Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan. Jogyakarta: Graha Ilmu.
Sahdan, Gregorius. (2019). Desa Kuat Negara Berdaulat. Yogyakarta: The Indonesian Power for Democracy.
Santoso Sastropoetro. (1988). Partisipasi, Komunikasi, Persuasi dan Disiplin dalam Pembangunan Nasional. Bandung: Alumini1.
Sarwono, Jonatan. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta : Penerbit Graha Ilmu.
Shadily, Hasan. (1983). Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Bina Aksara.
Sumperno, Wahjudin. (2004). Perencanaan Desa Terpadu. Banda Aceh: READ.
Suryadi, Parawirosentoso. (1999). Manajemen Sumber Daya Manusia: Kebijakan Kinerja Karyawan Kiat Menuju Organisasi Kompetitif dalam Perdagangan Bebas Dunia. Yogyakarta: BPFE.
Suryono, Agus. (2010). Dimensi-dimensi Prima Teori Pembangunan. Malang: UB Press.
Tanzeh, Ahmad. (2011). Metodologi Penelitian Praktis. Jogyakarta: Teras.
Wawancara dengan Agustinus Komit, Wakil BPD di Desa Sagulubbek, 17 Mei 2021
Wawancara dengan Barbarita, Bendahara PKK di Desa Sagulubbek, 26 Mei 2021
Wawancara dengan Edison, Hansip/Linmas di Desa Sagulubbek, 18 Juni 2021
Wawancara dengan Erawati, Masyarakat Desa Sagulubbek, 18 Mei 2021
Wawancara dengan Ernawati, Bidang Pemberdayaan di Desa Sagulubbek, 31 Mei 2021
Wawancara dengan Juwita, anggota organisasi HIMAPEDES di Desa Sagulubbek, 20 Juni 2021
Wawancara dengan Karolina Saingeri, Wakil Ketua PKK dan Tenaga Kesehatan di Desa Sagulubbek, 19 Mei 2021
Wawancara dengan Karolina, Guru di Desa Sagulubbek, 19 Juni 2021
Wawancara dengan Klemen Solo, Ketua BPD di Desa Sagulubbek, 10 Mei 2021
Wawancara dengan Marianna, SMA masyarakat Desa Sagulubbek, 18 Juni 2021
Wawancara dengan Ningsih Upik, Ibu Rumah Tangga di Desa Sagulubbek, 18 Juni 2021
Wawancara dengan Osaji, Masyarakat di Desa Sagulubbek, 26 Mei 2021
Wawancara dengan Parlin Boddot, Kepala Desa di Desa Sagulubbek, 18 Mei 2021
Wawancara dengan Robertus Aro, Dusun Pupailiat di Desa Sagulubbek, 26 Mei 2021
Wawancara dengan Seprida, Masyarakat di Desa Sagulubbek, 26 Mei 2021
Widjaja, Haw. (1999). Otonomi Desa Merupakan Otonomi yang Asli, Bulat dan Utuh. Jakarta: Rajawali Press.