Cerpen “Dodolitdodolitdodolibret” Karya Seno Gumira Adjidarma: Representasi Cerita Fantastik dan Psikoanalisis Sigmund Freud

  • Heri Isnaini IKIP Siliwangi
Keywords: Cerita fantastik, hermeneutika, naratif, psikoanalisis, struktur

Abstract

Abstrak

Cerpen “Dodolitdodolitdodolibret” mengisahkan tokoh Guru Kiplik yang berkeliling ke segala penjuru untuk mengajarkan cara berdoa yang baik dan benar. Cara berdoa yang diajarkan Guru Kiplik diyakininya dapat membawa pendoa pada kekuatan spiritual yang baik dan kebebasan jiwa yang luas bahkan sampai dapat berjalan di atas air. Peristiwa-peristiwa di luar nalar dalam cerita tersebut akan dibahas dengan konsep cerita fantastik. Cerita fantastik menekankan pada peristiwa-peristiwa supranatural secara tiba-tiba dalam dunia nyata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktur naratif dengan fokus pada cerita secara utuh. Selain itu, peristiwa-peristiwa dalam cerita ditafsirkan dengan metode hermeneutika dengan mengaitkannya pada teori psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen “Dodolitdodolitdodolibret” karya Seno Gumira Adjidarma memiliki ciri-ciri cerita fantastik dengan peristiwa-peristiwa supranatural di dalamnya dan secara struktur naratif menjadi cerita dengan penafsiran konsep psike yang kuat. Hal ini memungkinkan cerpen ini memiliki keterkaitan dengan kesadaran terhadap ideologi dan kepercayaan tertentu.

Kata Kunci:  Cerita fantastik, hermeneutika, naratif, psikoanalisis, struktur

 

 

Abstract

The short story "Dodolitdodolitdodolibret" tells the story of Master Kiplik who travels around all directions to teach how to pray well and correctly. The way of praying taught by Master Kiplik was believed to bring the prayer to good spiritual power and wide freedom of the soul even to the point of being able to walk on water. Events beyond reason in the story will be discussed with the concept of a fantastical story. Fantastical stories emphasize sudden suprantural events in the real world. The theory used in this study is the theory of narrative structure with a focus on the story as a whole. In addition, events and stories are interpreted by the hermeneutic method by attributing them to the theory of psychoanalysis proposed by Sigmund Freud. The results showed that the short story "Dodolitdodolitdodolibret" by Seno Gumira Adjidarma has the characteristics of a fantastical story with supernatural events in it and is structurally a narrative story with a strong interpretation of the concept of psyke. This allows this short story to have a connection with an awareness of certain ideologies and beliefs.

Keywords: Fantastical story, hermeneutics, narrative, psychoanalysis, structure 

References

Abrams, M. H. (1953). The Mirror and The Lamp: Romantic Theory and The Critical Tradition. Oxford University Press.
Adjidarma, S. G. (2011). Dodolitdodolitdodolibret. In P. F. Arcana (Ed.), Dodolitdodolitdodolibret: Cerpen Pilihan Kompas 2010 (pp. 1-8). Kompas.
Baga, M. (2021). Dua Sisi Kepribadian Bertolak Belakang: Psikoanalisis Freudian dalam Novel Deviasi Karya Mira W. Jurnal Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya, Volume 7, Nomor 2, 87-108.
Bertens, K. (2016). Psikoanalisis Sigmund Freud (K. Bertens, Trans.). Gramedia.
Djokosujatno, A. (2001). Empat Cerita Fantastik Perancis. Yayasan Obor Indonesia.
Djokosujatno, A. (2005). Cerita Fantastik dalam Perspektif Genetika dan Struktural. Djambatan.
Isnaini, H. (2021). Tafsir Sastra: Pengantar Ilmu Hermeneutika. Pustaka Humaniora. http://badanpenerbit.org/index.php/press2/article/view/8
Iswara, T. W. (2020). Analisis Struktur dan Makna Film "Into The Wood" dengan Perspektif Fantastik Tzevetan Todorov. Reforma: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, Volume 9, Nomor 1, 22-31.
Moleong, L. J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Mulawati. (2014). Sufism in “Dodolitdodolitdodolibret” a Short Story by Seno Gumira Ajidarma. Jurnal Sawerigading, Volume 20, Nomor 3, 463-471.
Nurgiyantoro, B. (2012). Teori Pengkajian Fiksi. Gadjah Mada University Press.
Pertiwi, A. N. (2021). Struktur dan Pergerakan Penceritaan Cerita Fantastik Novel "Lelaki Harimau" Karya Eka Kurniawan. Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, Volume 5, Nomor 2, 204-214.
Piaget, J. (1995). Strukturalisme (Hermoyo, Trans.). Yayasan Obor Indonesia.
Pradopo, R. D. (2002). Pengkajian Puisi. Gadjah Mada University Press.
Putra, H. S. A. (2012). Strukturalisme Levi Strauss: Mitos dan Karya Sastra. Kepel Press.
Ratna, N. K. (2006). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.
Sholih, M. B. (2022). Kritik Taufik Al-Hakim Atas Masyarakat Modern Dalam Cerpen Daulatul Ashafir Persepektif Semiotika Umberto Eco: Taufik Al-Hakim's Criticism Of Modern Society In The Story Of Daulatul Ashafir's Semiotics Perspective Umberto Eco. Kibas Cenderawasih: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 19(2), 183-200.
Suprapto. (2018). Kepribadian Tokoh dalam Novel "Jalan Tak Ada Ujung" Karya Mochtar Lubis Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud. Jurnal Metafora, Volume 5, Nomor 1, 54-69.
Teeuw, A. (1983). Membaca dan Menilai Karya Sastra. Gramedia.
Teeuw, A. (1994). Indonesia antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Pustaka Jaya.
Zaimar, O. K. S. (2003). Psikoanalisis dan Analisis Sastra. In A. Moesono (Ed.), Psikoanalisis dan Sastra (pp. 29-42). Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Universitas Indonesia.
Published
2023-12-31
Section
Articles