POTRET MANUSIA HIBRIDA DALAM ROMAN KLASIK DAN TERHAMPARLAH DARAT YANG KUNING, LAUT YANG BIRU KARYA AOH K. HADIMADJA

  • Hamzah Muhammad Al-Ghozi Atelir Ceremai, Rawamangun
Keywords: Roman, Cerita, Pascakolonial, Cinta, Hibrida

Abstract

Dan Terhamparlah Darat yang Kuning, Laut yang Biru adalah roman klasik Indonesia yang terbit posthumus pada 1975, setelah pengarangnya wafat, Aoh K. Hadimadja. Cerita di dalam roman ini memperlihatkan potret manusia hibrida yang disuguhkan melalui kisah percintaan. Tokoh utama, yaitu Nardi, mewakili potret tersebut. Roman ini menunjukkan cerminan tertentu antara kebudayaan Barat dan kebudayaan non-Barat (Timur?) sekaligus mengonstruksi sebentuk relasi masyarakat pascakolonial antara Belanda dan Indonesia. Hibriditas yang ditampilkan roman adalah hibriditas yang kembali memaknai ulang identitas manusia modern pada umumnya. Analisis tentang roman ini menggunakan metode kualitatif dengan pembacaan dekat. Dalam artikel ini akan representasi dilema percintaan antarmanusia dewasa yang selalu berkaitan secara kultural dengan masyarakat dan lingkungan, tempat mereka berada dan menjalani kehidupannya.

References

Chew, Shirley dan Richards, David (ed). 2010. A Concise Companion to Postcolonial Literature. Blackwell Publishing: United Kingdom.
Faruk HT. 2001. Beyond Imagination, Sastra Mutakhir dan Ideologi – Kumpulan Esai. Gama Media: Yogyakarta.
Hadimadja, Aoh K. 1975. Dan Terhamparlah Darat yang Kuning, Laut yang Biru. Pustaka Jaya: Jakarta.
Schwarz, Hendy dan Ray, Sangeeta (ed.). 2000. A Companion to Postcolonial Studies. Blackwell Publishing: United Kingdom
Published
2023-04-04
Section
Articles