Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Gereja Protestan Persekutuan Desa Parhorboan
DOI:
https://doi.org/10.33541/cs.v5i2.4487Abstrak
Potret kerusakan alam di Desa Parhorboan, Kabupaten Tapanuli Utara menjadi perhatian dan kegelisahan program studi teologi untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Selain maraknya penebangan hutan lindung, penggunaan pupuk berbahan dasar kimia tidak hanya merusak kandungan humus tanah tetapi secara tidak langsung sama dengan merencanakan bencana bagi manusia dan merusak alam ciptaan Tuhan. Jemaat Gereja Persekutuan Protestan (GPP) sebagai makhluk spiritual harus terlibat merawat tanah dan alam demi keberlangsungan ciptaan yang berkelanjutan. Pola pertanian penduduk yang menggunakan bahan dasar pupuk kimia semakin memicu terjadinya masalah besar di masa yang akan datang. Peserta yang terlibat dalam kegiatan PkM ini adalah dosen dan mahasiswa semester 5 program studi Teologi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung beserta jemaat GPP Parhorboan. Tujuan kegiatan PkM ini tidak terbatas pada pengayaan Mata Kuliah Ekoteologi tetapi juga memberikan aspek pengetahuan dan keterampilan bagi jemaat GPP Parhorboan dalam membuat pupuk organik. Mahalnya harga pupuk kimia juga menolong kaum petani dalam ketersediaan kebutuhan pupuk pertanian. Dengan demikian, maka pembuatan pupuk organik menjadi salah satu pilihan solusi. Dengan menggunakan pupuk organik kadar tanah tidak rusak, humus tanah tetap terjaga, dan alam yang asri menjadi nyata.