OPTIMASI FILLER KAPUR PADA ASPAL BETON MODIFIKASI POLIVINIL ASETAT MENGGUNAKAN METODE MARSHALL

  • Gerry Matheus Telap UKI
  • Lolom Evalita Hutabarat Universitas Kristen Indonesia

Abstract

Penggunaan kapur sebagai bahan pengisi (filler) dalam campuran beton aspal merupakan alternatif pengganti abu batu atau semen Portland dengan pertimbangan harga kapur yang cukup ekonomis. Selain itu juga untuk meningkatkan umur pakai jalan terhadap deformasi jangka panjang, dapat digunakan bahan tambahan pada campuran aspal yaitu Polivinil Asetat. Material tambahan ini berguna untuk meningkatkan kinerja campuran aspal agar tidak mengalami deformasi untuk perkerasan jalan dalam jangka panjang. penelitian tentang bahan pengisi kapur dengan kandungan silika tinggi untuk meningkatkan aspal beton dilakukan di laboratorium dengan kadar aspal optimum 6% (Polivinil Asetat 3% dari total berat aspal), dan beberapa perbandingan campuran berat kapur terhadap total filler sebagai pengganti abu batu yakni, 0%, 25%, 50%, 75%. Pengujian stabilitas aspal yang dilakukan dengan menggunakan uji Marshall memperlihatkan nilai stabilitas optimal pada campuran dengan perbandingan kapur 50% terhadap aspal modifikasi Polivinil Asetat sebesar 1973.30 kg tanpa perendaman dan 1868,35 kg dengan perendaman, menurun 5,32%. Perbandingan nilai stabilitas 100% filler abu batu tanpa menggunakan aspal modifikasi Polivinil Asetat (beton aspal normal) yaitu  sebesar 1125,44 kg. Sesuai persyaratan Bina Marga, hasil pengujian menunjukkan hasil optinal dengan menggunakan filler kapur 50%. Sebagian besar parameter yang diukur memenuhi syarat yang meliputi VMA, VIM, stabilitas, kelelehan dan Marshall Quotient, hanya VFA yang tidak memenuhi, jika dibandingkan dengan pengujian yang dilakukan pada beton aspal normal dengan hasil VIM dan VFA yang tidak memenuhi.

Published
2021-05-25