PELUANG ASEAN COMMUNITY MENYELESAIKAN MASALAH ROHINGYA

  • Fransiskus X. Gian Tue Mali Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Kristen Indonesia

Abstract

This article seeks to discuss and analyze the fate of Rohingyas who have stateless status for being denied recognition as a citizen of Myanmar. Even Bangladesh as a neighboring country that for nearly 4 decades received a quarter million Rohingyas, ultimately refused the migration of Rohingyas. Likewise, some countries in Southeast Asia such as Thailand, Malaysia which also refused the migration of Rohingyas. Security, economic, social and political reasons are the reasons why some of these countries reject the presence of this group. ASEAN as a regional group of Southeast Asian countries should then make the issue of Rohingya a priority issue. With the declaration of the ASEAN Community, this migration of Rohingyas will ultimately be a problem, either now or in the future. Therefore this article seeks to address and answer the opportunities of ASEAN Community in facing the issue of migration of Rohingya people, even its role in helping to solve the problem up to the upstream conflict in Myanmar. The analysis of this article is done by literature study method. The data obtained from book and reports and other sources related to the problem is then analyzed by analytical descriptive approach. The conclusion of this article is that ASEAN (ASEAN Community) should take action that can be said to interfere in Myanmar's internal affairs so that the issue of human rights violation can be solved completely. The conclusion of the suggestion and recommendation to ASEAN to be done immediately and made the regulation to influence Myanmar to pay more attention to the fate of the Rohingyas.


Keywords: ASEAN, ASEAN Community, Rohingya


 


 


Abstrak


Artikel ini berusaha membahas dan menganalisis nasib kaum Rohingya yang mengalami status stateless karena ditolak diakuinya sebagai warga negara Myanmar. Bahkan Bangladesh sebagai negara tetangga yang selama hampir 4 dekade menerima seperempat juta penduduk Rohingya, pada akhirnya menolak migrasi warga Rohingya. Begitupun sebagian negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia yang juga menolak migrasi warga Rohingya. Alasan keamanan, ekonomi, sosial, dan politik menjadi alasan sebagian negara tersebut menolak kehadiran kelompok ini. ASEAN sebagai lembaga kumpulan negara regional Asia Tenggara kemudian sudah sepatutnya menjadikan isu Rohingya sebagai masalah prioritas. Dengan dideklarasikannya ASEAN Community, tentu migrasi warga Rohingya ini pada akhirnya akan menjadi masalah, entah saat ini atau di masa yang akan datang. Oleh karena itu artikel ini berusaha memabahas dan menjawab peluang ASEAN Community dalam menghadapi persoalan migrasi warga Rohingya, bahkan perannya dalam membantu penyelesaian masalah hingga ke hulu konflik di Myanmar. Analisis artikel ini dilakukan dengan metode studi pustaka. data-data yang didapat dari buku buku dan laporan-laporan serta sumber lain yang berkaitan dengan permasalahan tersebut kemudian dianalisis dengan pendekatan deskriptif analitik. Kesimpulan dari artikel ini bahwa sudah seharusnya ASEAN (baca; ASEAN Community) melakukan tindakan yang bisa dikatakan mengintervensi persoalan internal Myanmar agar persoalan pelanggaran HAM ini dapat diatasi sepenuhnya. Kesimpulan berupa saran dan rekomendasi kepada ASEAN agar secepatnya dilakukan tindakan dan dibuatkan regulasinya untuk dapat mempengaruhi Myanmar agar lebih memperhatikan nasib kaum Rohingya.


Kata kunci : ASEAN, ASEAN Community, Rohingya


 

Published
Jul 1, 2017
How to Cite
TUE MALI, Fransiskus X. Gian. PELUANG ASEAN COMMUNITY MENYELESAIKAN MASALAH ROHINGYA. Asia Pasific Studies, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 1-14, july 2017. Available at: <http://ejournal.uki.ac.id/index.php/asp/article/view/368>. Date accessed: 21 july 2017.